KEGIATAN UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA, Kamis 1 Oktober 2026

AMANAT PEMBINA UPACARA
PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA
1 OKTOBER 2026

Kepala SMAN 1 GALANG
Bapak Antoni Simorangkir, S.Pd.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan, serta anak-anak didik yang saya banggakan.

Pada pagi hari ini, tanggal 1 Oktober 2026, kita melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Marilah terlebih dahulu kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Anak-anak yang saya banggakan,

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial yang kita lakukan setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini merupakan momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa Pancasila adalah dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sejarah bangsa Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa perjalanan mempertahankan Pancasila bukanlah sesuatu yang mudah. Berbagai tantangan dan ancaman pernah dihadapi bangsa kita.

Peristiwa yang menjadi latar belakang peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa persatuan dan keutuhan bangsa harus senantiasa dijaga.

Namun, sebagai generasi penerus, tugas kita bukan hanya mengingat sejarah.

Tugas kita adalah mengambil pelajaran dari sejarah.

Anak-anak sekalian,

Hari ini tantangan yang kita hadapi mungkin berbeda dengan tantangan yang dihadapi generasi terdahulu.

Kita tidak sedang menghadapi perjuangan dengan mengangkat senjata. Akan tetapi, kita menghadapi tantangan yang tidak kalah serius.

Kita menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat. Kita hidup di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Berita dapat menyebar dalam hitungan detik. Informasi yang benar dan informasi yang salah terkadang sulit dibedakan.

Kita juga menghadapi berbagai persoalan seperti perundungan atau bullying, intoleransi, ujaran kebencian, sikap individualistis, serta mudahnya seseorang terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Di sinilah nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan kita.

Sila pertama mengajarkan kita untuk memiliki sikap beriman dan menghormati kebebasan orang lain dalam menjalankan keyakinannya.

Sila kedua mengajarkan kita untuk memperlakukan sesama manusia secara adil dan beradab. Jangan pernah merendahkan, menyakiti, atau melakukan perundungan terhadap teman.

Sila ketiga mengingatkan kita bahwa kita boleh berbeda suku, agama, bahasa, karakter, maupun latar belakang, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

Sila keempat mengajarkan kita untuk menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah, bukan dengan emosi, kekerasan, atau saling menjatuhkan.

Dan sila kelima mengajarkan kita untuk berlaku adil, peduli, serta tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

Anak-anak yang saya banggakan,

Jangan sampai Pancasila hanya kita hafalkan ketika mengikuti upacara atau ketika menghadapi ujian.

Pancasila harus terlihat dalam perilaku kita sehari-hari.

Ketika kalian menghormati guru, kalian sedang mengamalkan nilai Pancasila.

Ketika kalian membantu teman yang mengalami kesulitan, kalian sedang mengamalkan Pancasila.

Ketika kalian menjaga kebersihan sekolah, menaati aturan, berlaku jujur, tidak menyontek, tidak melakukan bullying, dan menghargai perbedaan, kalian juga sedang mengamalkan Pancasila.

Bahkan ketika kalian menggunakan media sosial dengan bijak, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menghina orang lain, dan tidak mudah terprovokasi, itu pun merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Karena mempertahankan Pancasila pada zaman sekarang tidak selalu dilakukan dengan cara yang besar.

Mempertahankan Pancasila dapat dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan sekolah, dan dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari.

Anak-anak sekalian,

Kalian adalah generasi yang akan menentukan seperti apa Indonesia di masa yang akan datang.

Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan rasa cinta tanah air.

Jangan mudah terpecah hanya karena perbedaan.

Jangan mudah membenci hanya karena berbeda pendapat.

Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Dan jangan pernah merasa bahwa menjaga persatuan bangsa adalah tugas orang lain.

Menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita semua.

Mari kita jadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai pengingat bahwa Pancasila akan tetap kuat apabila nilai-nilainya terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita mulai dari sekolah ini.

Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, saling menghargai, bebas dari bullying, bebas dari diskriminasi, dan penuh semangat kebersamaan.

Berbeda bukan alasan untuk bermusuhan.
Berbeda adalah kekuatan untuk saling melengkapi.

Akhirnya, marilah kita bersama-sama menjaga Pancasila, menjaga persatuan, menjaga kebhinekaan, dan menjaga Indonesia.

Jadilah generasi muda yang tidak hanya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi juga mampu membuktikan kecintaan kepada Indonesia melalui sikap, prestasi, dan perbuatan nyata.

Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Pancasila adalah dasar negara kita.
Pancasila adalah jati diri bangsa kita.
Dan Pancasila harus kita amalkan dalam kehidupan kita.

Sekian amanat yang dapat saya sampaikan.

Terima kasih atas perhatian anak-anak sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pancasila!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *