.
PERATURAN DAN TATA TERTIB PESERTA DIDIK
Ketentuan Umum
  1. Peraturan dan tata tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap dan bertingkah laku, berbicara, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.
  2. Peraturan dan tata tertib sekolah ini mengacu pada visi dan misi SMAN 1 Galang.
  3. Peraturan dan tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi nilai ketaqwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan dan ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, keamanan dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif.
  4. Setiap peserta didik wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan dan tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.
Pakaian Sekolah
Peserta didik wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Umum
  1. Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Memakai pakaian seragam sesuai ketentuan yang berlaku :
    • Hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis pakaian seragam warna abu-putih, ikat pinggang hitam, sepatu hitam polos, kaos kaki putih polos, memakai dasi dan topi (khusus pada setiap upacara)
    • Hari Jumat dan Sabtu pakaian Pramuka, ikat pinggang hitam, sepatu hitam polos, kaos kaki hitam polos.
  3. Memakai bedge OSIS, nama dan identitas sekolah.
  4. Pakaian tidak terbuat dari kain yang tipis dan tembus pandang, tidak ketat dan tidak membentuk tubuh, model sesuai dengan ketentuan.
  5. Topi sekolah sesuai dengan ketentuan.
  6. Dilarang mengenakan perhiasan dan aksesoris.
  7. Celana dan rok dikenakan di pinggang,
  8. Setiap peserta didik wajib memakai kaos dalam (singlet) berwarna putih

b. Khusus peserta didik laki-laki
  1. Baju dimasukkan ke dalam celana.
  2. Panjang dan model celana sesuai ketentuan, lebar celana bagian bawah antara 22 cm sampai 28 cm.
  3. Celana dan lengan baju tidak digulung.
  4. Pakaian tidak disobek, dicoret-coret atau dijahit cutbrai.

c. Khusus peserta didik perempuan.
  1. Baju dimasukkan ke dalam rok.
  2. Posisi rok di pinggang, bukan dipinggul.
  3. Panjang dan model rok sesuai ketentuan.
  4. Bagi yang tidak berjilbab, panjang rok di bawah lutut.
  5. Bagi yang berjilbab, rok panjang sampai mata kaki dan warna jilbab sesuai seragam dan polos.
  6. Lengan baju tidak digulung.

d. Pakaian Olah Raga
Untuk pelajaran olah raga peserta didik wajib memakai pakaian olah raga yang telah ditetapkan oleh sekolah. (pada waktu pelajaran olah raga saja)
Rambut, Kuku, Tato dan, Make Up
a. Umum
Peserta didik dilarang :
  1. Berkuku panjang
  2. Mewarnai rambut dan kuku
  3. Bertato.

b. Khusus peserta didik laki-laki
  1. Tidak berambut panjang, ketentuan rambut :
    • Panjang rambut tidak menyentuh kerah baju
    • Bagian atas tidak lebih dari 3 cm
    • Bagian samping tidak lebih dari 2 cm
  2. Tidak bercukur gundul
  3. Rambut tidak berkuncir
  4. Rambut harus tertata rapi, bersih, dan terpelihara.
  5. Tidak bertindik

c. Khusus peserta didik perempuan
  1. Tidak memakai make up atau sejenisnya yang berlebihan, kecuali bedak tipis.
  2. Rambut harus tertata rapi, bersih, dan terpelihara.
  3. Khusus rambut yang melewati bahu harus diikat
Masuk dan Pulang Sekolah
  1. Peserta didik wajib hadir di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum bel masuk berbunyi.
  2. Peserta didik yang terlambat datang lebih dari 5 menit harus lapor pada petugas piket, dilibatkan dalam kebersihan sekolah dan diizinkan masuk kelas setelah mendapat izin tertulis dari Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah atau Guru piket dan Guru BK.
  3. Peserta didik yang tidak hadir di sekolah karena sakit atau karena keperluan yang sangat penting, harus mengirimkan surat permohonan izin atau surat keterangan dokter dari orang tua atau wali.
  4. Peserta didik yang tidak hadir di sekolah tanpa keterangan, pada waktu masuk kembali harus melapor kepada guru BK dengan menyerahkan surat keterangan yang diperlukan (keterangan dokter atau surat izin dari orang tua atau wali peserta didik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya).
  5. Peserta didik yang tidak hadir 3 kali atau lebih tanpa keterangan, orang tua atau wali peserta didik akan diundang ke sekolah untuk dimintai keterangan.
  6. Pada saat istirahat peserta didik harus berada di luar kelas.
  7. Pada waktu pulang peserta didik diwajibkan langsung meninggalkan sekolah menuju ke rumah, kecuali bagi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan sekolah lainnya.
Kebersihan, Kedisplinan dan Ketertiban
  1. Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
  2. Setiap tim piket kelas yang bertugas menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas yang terdiri dari :
    Penghapus papan tulis, penggaris, boardmarker dan peralatan yang diperlukan lainnya. Taplak meja, vas bunga dan bunga. Sapu, kemoceng dan tempat sampah
  3. Tim piket mempunyai tugas :
    Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya menyiapkan boardmarker dan membersihkan papan tulis Menyapu ruangan, membersihkan meja, kursi dan jendela setelah selesai kegiatan pembelajaran. Melengkapi dan merapikan hiasan dinding kelas Memasang taplak meja guru dan bunga
  4. Melaporkan pada guru piket tentang tindakan-tindakan pelanggaran di kelas yang menyangkut kebersihan dan ketertiban kelas.
  5. Peserta didik harus menjaga kebersihan ruang kelas, teras kelas, kamar kecil (kamar mandi/WC), halaman sekolah dan lingkungan sekolah lainnya.
  6. Setiap peserta didik membuang sampah harus pada tempat sampah atau tempat yang ditentukan
  7. Setiap peserta didik membiasakan budaya antri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
  8. Setiap peserta didik menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium maupun ditempat lain di lingkungan sekolah.
  9. Setiap peserta didik mentaati jadwal kegiatan sekolah, seperti jadwal pelajaran, penggunaan dan pinjam buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya.
  10. Setiap peserta didik menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru atau sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan.
  11. Peserta didik yang membawa kendaraan harus menempatkan kendaraannya dengan tertib dan rapi pada tempat yang disediakan dan ditentukan oleh sekolah.
  12. Setiap peserta didik agar menjaga keamanan kendaraannya, hilang atau rusak ditanggung peserta didik sendiri.
Sopan Santun Dalam Pergaulan
Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, Peserta didik harus:
  1. Mengucapkan salam kepada teman, tamu sekolah, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah apabila bertemu,
  2. Menghormati sesama peserta didik, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Menghormati ide, gagasan, pikiran dan pendapat, karya orang lain, hak milik teman dan warga sekolah lainnya.
  4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah, yang benar adalah benar dengan cara yang baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
  5. Menyampaikan ide, gagasan dan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain.
  6. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih ketika memperoleh jasa atau bantuan dari orang lain.
  7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur dilakukan dan meminta maaf kepada orang yang haknya dilanggar.
  8. Menggunakan bahasa yang santun,

Upacara Bendera dan Peringatan Hari-hari Besar
  1. Upacara bendera (Hari Senin)
    Setiap Peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam, atribut lengkap, memakai topi, sepatu serta dasi yang telah ditentukan oleh sekolah.
  2. Peringatan hari-hari besar
    Setiap Peserta didik wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan Keagamaan
  1. Setiap Peserta didik wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
  2. Setiap Peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah sesuai dengan agama yang dianut.

Penggunaan Fasilitas Sekolah
  1. Setiap Peserta didik dapat menggunakan fasilitas yang ada di sekolah dengan syarat memenuhi tata tertib dan peraturan yang ditetapkan.
  2. Untuk menggunakan fasilitas sekolah harus mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari sekolah melalui:
    Wakasek Urusan Sarana/Prasarana. Penanggungjawab sarana/prasarana masing-masing.
  3. Penggunaan fasilitas sekolah hanya boleh digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan selama berada di SMA Negeri 1 Galang.
  4. Apabila terdapat kerusakan :
    Kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna alat, maka menjadi tanggung jawab pengguna. Apabila kerusakan disebabkan oleh kondisi alat yang digunakan, maka menjadi tanggungjawab sekolah. Oleh karena itu sebelum menggunakan peralatan harus diteliti terlebih dahulu keadaan alat tersebut bersama petugas/pengelola.
  5. Setiap menggunakan fasilitas sekolah harus selalu berusaha menjaga agar alat-alat tersebut tetap baik atau tidak rusak.

Kegiatan OSIS
  1. Setiap Peserta didik wajib mendukung serta berpartisipasi aktif terhadap setiap kegiatan yang dikoordinasikan oleh pengurus OSIS, baik yang diselenggarakan di sekolah maupun di luar sekolah.
  2. Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS harus direncanakan dengan baik, dilengkapi dengan proposal kegiatan dan membuat laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan dilaksanakan.
  3. Apabila terdapat Peserta didik atau sekelompok peserta didik menyelenggarakan suatu kegiatan di luar kegiatan yang diprogramkan oleh OSIS, maka :
    • Harus sepengetahuan ketua OSIS
    • Harus mengajukan proposal yang disetujui oleh :
      Pembina kegiatan atau Pembina Sekretaris bidang, Wakasek Urusan Kesiswaan, Kepala Sekolah
    • Harus membuat laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan dilaksanakan.
    • Apabila kegiatan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua/wali Peserta didik.
    • Setiap kegiatan harus didampingi oleh pembina kegiatan dan harus selalu menjaga nama baik sekolah.

Penggunaan Handphone (HP)
  1. Handphone yang boleh di bawa ke sekolah hanya tipe yang tidak dilengkapi fasilitas multi media, bluetooth, dan fasilitas lain yang memungkinkan penyalahgunaan dalam hal kesusilaan.
  2. Selama proses pembelajaran, dan atau praktikum HP harus berada di tangan guru, tidak dibenarkan pada peserta didik walaupun dalam keadaan non aktif.
  3. Jika membawa handphone ke sekolah, maka keamanan atau kehilangan menjadi tanggung jawab peserta didik.
  4. Jika handphone digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, maka akan disita oleh sekolah dan hanya dapat diambil oleh orang tua peserta didik.

Sebaiknya tidak membawa Handphone kesekolah


Kewajiban Peserta Didik
  1. Peserta didik wajib menghormati semua tenaga kependidikan yang ada di sekolah,
  2. Peserta didik bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kerindangan dan kesehatan kelas serta sekolah pada umumnya.
  3. Berperanserta menjaga nama baik sekolah maupun tenaga kependidikan, baik di dalam maupun di luar sekolah.
  4. Saling menghormati dan menghargai antar sesama Peserta didik sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang baik.
  5. Melengkapi diri dengan keperluan sekolah yang ditetapkan.
  6. Menyelesaikan secara musyawarah mufakat apabila timbul permasalahan antara Peserta didik dengan Peserta didik, Peserta didik dengan tenaga pendidik dan kependidikan, maupun antara Peserta didik dengan sekolah sebagai suatu lembaga.
  7. Berperan aktif dalam menjalankan Peraturan dan Tata Tertib Sekolah.
  8. Setiap Peserta Didik wajib mengikuti salah satu dari 4 (empat) kegiatan pengembangan diri :
    • Pramuka,
    • Palang Merah Remaja (PMR)
    • Seni atau
    • Olah Raga

Hak-Hak Peserta Didik
  1. serta didik berhak mengikuti kegiatan pembelajaran baik intra maupun ektrakurikuler.
  2. Peserta didik berhak mendapatkan mata pelajaran Agama sesuai dengan agama yang dianutnya.
  3. Peserta didik dapat meminjam buku-buku perpustakaan sekolah atau memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah, seperti laboratorium, perpustakaan, UKS, laboratorium komputer, alat-alat dan sarana olah raga dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  4. Peserta didik berhak mendapatkan layanan khusus dari guru bimbingan dan konseling (BK) dalam menyelesaikan masalah-masalah kesulitan belajar dan atau masalah-masalah pribadi.
  5. Peserta didik dapat mengembangkan bakat, minat dan daya kreasinya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan tata tertib sekolah.
  6. Peserta didik berhak mendapatkan perlakuan yang sama sepanjang tidak melanggar tata tertib sekolah.

Larangan
Peserta didik dilarang melakukan hal-hal berikut:
  1. Meninggalkan sekolah selama kegiatan pembelajaran berlangsung, kecuali telah mendapat izin dari guru mata pelajaran dan Guru Piket yang diketahui oleh Guru BK.
  2. Menerima tamu di sekolah selama kegiatan pembelajaran berlangsung kecuali orangtua atau wali peserta didik yang telah mendapat izin dari guru piket.
  3. Mengganggu kegiatan pembelajaran baik terhadap kelasnya maupun kelas lainnya.
  4. Berada di tempat parkir kendaraan atau ditempat lain yang dilarang oleh sekolah.
  5. Merokok atau membawa rokok, meminum atau membawa minuman keras, mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba, obat psikotropika, serta obat terlarang lainnya.
  6. Berkelahi dan main hakim sendiri, baik perorangan maupun berkelompok, di dalam maupun di luar sekolah.
  7. Mencoret-coret dinding bangunan, pagar sekolah, bangku, kursi atau perabot dan peralatan sekolah lainnya yang memang bukan untuk dicoreti.
  8. Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan belajar mengajar.
  9. Membawa senjata tajam, senjata api atau alat-alat lain yang bisa digunakan sebagai senjata yang membahayakan keselamatan orang lain ke sekolah.
  10. Menerima surat-surat atau edaran atau selebaran yang ditujukan kepada peserta didik yang dikirimkan melalaui Pos atau jalur pengiriman lainnya yang dialamatkan ke sekolah dengan tujuan mengganggu konsentrasi belajar peserta didik, kecuali pengiriman uang melalui wesel pos dari orang tua atau wali peserta didik.
  11. Membawa, membaca, menonton atau mempertontonkan, mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio, maupun video pornografi.
  12. Membawa kartu atau alat judi lainnya dan bermain judi di sekolah.
  13. Menjadi anggota perkumpulan anak-anak nakal atau geng-geng terlarang.
  14. Berada di kantin pada jam pelajaran, kecuali setelah jam Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan.
  15. Menaiki atau mengendarai kendaraan di halaman sekolah, termasuk di tempat parkir.
  16. Melompat pagar dan jendela, termasuk pagar Musholla.
  17. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina dan menyapa antar sesama peserta didik atau warga sekolah lainnya dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak senonoh.
  18. Melawan pendidik dan tenaga kependidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  19. Melakukan tindak kekerasan, baik fisik maupun lisan sehingga membuat orang lain merasa terganggu (mem-bully, intimidasi,malak, kontak fisik laki-laki ke perempuan atau sebaliknya.
  20. Melakukan kegiatan yang menimbulkan meresahkan orang lain.
Pelanggaran dan Sanksi
Bentuk Sanksi Pelanggaran

Peserta didik yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam Peraturan dan Tata Tertib sekolah dikenakan sanksi sebagai berikut:
  1. Teguran
  2. Penugasan
  3. Pemanggilan orangtua
  4. Dikembalikan kepada orangtua

Klasifikasi Pelanggaran

I. Kategori A
  1. Memalsukan surat sekolah, tanda tangan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, dan guru.
  2. Merubah atau memalsukan buku raport.
  3. Membawa minum-minuman keras dan atau meminum minuman keras di sekolah.
  4. Membawa alat judi, berjudi di sekolah.
  5. Berkelahi atau main hakim sendiri di lingkungan sekolah
  6. Melakukan pemerasan atau pemalakan kepada peserta didik lain atau orang lain.
  7. Terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlarang lainnya.
  8. Mencuri uang atau barang milik orang lain maupun milik sekolah.
  9. Merokok di lingkungan sekolah pada waktu kegiatan pembelajaran atau ekstra kurikuler
  10. Berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan kejahatan.
  11. Membawa atau menyebarkan selebaran yang menimbulkan keresahan/fitnah.
  12. Membawa senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
  13. Mengikuti organisasi terlarang atau dilarang oleh pemerintah.
  14. Menikah selama dalam pendidikan.
  15. Hamil atau menghamili selama dalam pendidikan
  16. Membawa secara sengaja atau tidak buku atau gambar atau VCD porno atau handphone yang memuat gambar porno atau yang berhubungan dengan pornografi.

II. Kategori B
  1. Membuat surat izin palsu.
  2. Membolos atau keluar meninggalkan sekolah tanpa izin.
  3. Membawa kaset, tape recorder, walkman, gitar, komik, kecuali dengan izin sekolah.
  4. Melindungi teman yang bersalah.
  5. Melompat pagar (termasuk pagar Musholla ).
  6. Memasuki atau keluar kelas lewat jendela.
  7. Tidak mengikuti upacara bendera.
  8. Mengganggu atau mengacau kelas lain.
  9. Mencoret-coret tembok, pintu, meja, kursi dan sarana sekolah lainnya yan tidak semestinya.
  10. Melakukan tindak kekerasan, baik fisik maupun lisan sehingga membuat orang lain merasa terganggu (mem-bully, intimidasi,malak, kontak fisik laki-laki ke perempuan atau sebaliknya.
  11. Melakukan kegiatan yang menimbulkan meresahkan orang lain.
  12. Membawa rokok ke dalam lingkungan sekolah selama kegiatan pembelajaran atau ekstra kurikuler..

III. Kategori C
  1. Terlambat mengikuti pelajaran les pertama dikarenakan terlambat datang ke sekolah,
  2. Keluar kelas tanpa izin.
  3. Piket tidak melaksanakan tugasnya.
  4. Berseragam tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Makan di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung.
  6. Membeli makanan waktu pelajaran berlangsung.
  7. Membuang sampah sembarangan, bukan pada termpat yang telah ditentukan.
  8. Berada di tempat parkir kendaraan.
  9. Berhias atau berdandan yang berlebihan.
  10. Memakai aksesoris bagi peserta didik laki-laki.
  11. Memakai perhiasan bagi peserta didik perempuan.
  12. Tidak memperhatikan panggilan bagi peserta didik yang melanggar tata tertib.
  13. Rambut panjang (gondrong) dan tidak rapi bagi peserta didik laki-laki.
  14. Rambut disemir atau dicat.
  15. Berada di luar kelas pada waktu pelajaran atau pergantian jam pelajaran tanpa izin.
  16. Masuk kelas lain tanpa izin guru yang bersangkutan waktu jam pelajaran berlangsung.
  17. Tidak membawa alat-alat sekolah tanpa alasan yang jelas
Sanksi Pelanggaran
I. Kategori A
  1. Orang tua dipanggil ke sekolah, selanjutnya peserta didik dikembalikan kepada orangtua dan atau dipersilahkan mengajukan permohonan keluar.

II. Kategori B

  1. Melakukan pelanggaran kategori B 1 (satu) kali mendapatkan teguran.
  2. Melakukan pelanggaran kategori B 2 (dua) kali diperingatkan dan membuat surat pernyataan yang diketahui wali kelas, guru BK .
  3. Melakukan pelanggaran kategori B 3 (tiga) kali orang tua dipanggil ke sekolah.
  4. Melakukan pelanggaran kategori B 4 (empat) kali panggilan kedua kepada orangtua dan membuat surat perjanjian.
  5. Melakukan pelanggaran kategori B 5 (lima) kali, panggilan ketiga kepada orangtua dan membuat perjanjian terakhir.
  6. Melakukan pelanggaran kategori B lebih dari 6 (enam) kali, dikembalikan kepada orangtua dan dipersilakan mengajukan permohonan keluar sekolah.

III. Kategori C

  1. Melakukan pelanggaran C.1 tidak diizinkan mengikuti pelajaran sampai 1 (satu) jam pelajaran, dan dilakukan pembinaan oleh guru piket. Selanjutnya peserta didik tersebut berhak mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya.
  2. Melakukan pelanggaran kategori C 3 (tiga) kali, diperingatkan dan harus membuat surat pernyataan diketahui wali kelas dan guru BK.
  3. Melakukan pelanggaran kategori C 4 (empat) kali, diperingatkan dan harus membuat surat pernyataan diketahui oleh orang tua atau wali, wali kelas, guru BK.Melakukan pelanggaran kategori C 5 (lima) kali, orang tua diundang ke sekolah, dan membuat perjanjian pertama.
  4. Melakukan pelanggaran kategori C 6 (enam) kali, panggilan kedua kepada orangtua dan membuat perjanjian kedua.
  5. Melakukan pelanggaran kategori C 8 (delapan) kali, panggilan ketiga kepada orangtua dan membuat perjanjian ketiga
  6. Melakukan pelanggaran kategori C lebih dari 9 (sembilan) kali, dikembalikan kepada orangtua dan dipersilahkan mengajukan permohonan keluar atau pindah sekolah.

IV. Prosedur Pembinaan Siswa

  1. Dalam Melakukan tugas pembinaan maka guru BP/BK harus berkomunikasi dengan orangtua siswa / membuat surat panggilan orangtua terkait pelanggaran tata tertib yang dilakukan anaknya.
  2. Panggilan orang tua dan pembuatan surat perjanjian oleh siswa, guru BP/BK dan orangtua dilakukan atas kesadaran dan pemahaman penyelesaian masalah.
  3. Apabila 3(tiga) kali surat panggilan orang tua tidak diindahkan maka otomatis anak dikembalikan kepada orangtuanya
  4. pada saat kegiatan komunikasi guru BP/BK dengan Orangtua terkait permasalahan anak yang berkasus terjadi kekerasan, fisik atau lisan maka segera kasus ditutup oleh BP/BK dan langsung dilimpahkan kepada Wakil Kepala Sekolah (utamanya urusan kesiswaan) untuk menyelesaikan, apabila terjadi kebuntuan pada tahap ini maka wakil keapala sekolah melimpahkan kepada kepala sekolah untuk disidangkan dalam rapat dewan guru.
  5. Pembinaan dan lain-lain berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan anak dilakukan di SMAN 1 Galang dan tidak diperbolehkan dirumah warga atau guru diluar sekolah.